"Makanya pihak KPSI tidak ingin tinggal diam saja, ini bentuk perlawan tim-tim ISL" jelasnya.
Sebab lanjut Aguie, sudah diamanatkan oleh FIFA bahwa yang mengambil alih semua ini adalah Joint Committee, bukan PSSI Djohar Arifin maupun KPSI La Nyalla Matalliti. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama dalam MoU pada (7/6) di Malaysia, dengan ditandatangi oleh Perwakilan FIFA, AFC, PSSI Djohar Arifin dan KPSI La Nyalla. Kesepatannya sudah tercapai semua termasuk persolan pembentukan Timnas semuanya harus melalui kendali JC.
"Malah yang terjadi sekarang apa? Pihak Djohar melakukan tindakan sendiri dengan membentuk Timnas. Jelas ini sudah menyalahi kesepakatan yang ada, padahal sudah jelas-jelas dalam MoU itu semua kendali untuk penyatuan konflik PSSI-KPSI ini diambil alih oleh JC," jelasnya.







0 komentar:
Posting Komentar